FPI Ternyata Tak Seburuk yang Saya Kira

Nakhodaku.com - FPI Tak Seburuk yang saya kira
Dulu, sebelum saya mengenal FPI, yang saya ketahui tentang FPI adalah organisasi anarkis dan radikalis bahkan cenderung teroris. Mereka saya anggap sebagai ormas islam yang tidak punya rasa toleransi, terlalu fanatik agama dan suka berbuat onar di masyarakat.

Apalagi sejak kejadian FPI di kendal dimana ada mobil FPI yang menabrak mati ibu-ibu yang pulang dari pasar, kebencian saya terhadap FPI memuncak. Saya nggak habis pikir, kok tega-teganya ya FPI menabrak ibu-ibu yang pulang dari pasar. Kejadian tersebut berawal dari konvoi FPI di Sukorejo. Entah kenapa akhirnya mobil konvoi FPI memacu mobilnya dengan kecepatan yang tinggi sehingga menyenggol pengendara motor sehingga terjatuh dan akhirnya meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit. Tapi, apapun alasannya saya tetap membenci FPI bahkan kebencian saya semakin tinggi.

Namun, di suatu malam saya sempat merenung, kok bisa-bisanya ya ada ormas islam seperti FPI. Kerjaannya cuma razia aja terus, ya walaupun itu baik kan negara kita sudah punya polisi yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. Oleh karena rasa penasaran yang tinggi, akhirnya saya terdorong untuk mempelajari dan mencoba mengenal lebih jauh tentang FPI.

Saya mencari tahu tentang FPI dengan berbagai cara :
1. Googling mengenai pendapat-pendapat masyarakat tentang FPI.
2. Mencari artikel-artikel koran dan majalah tentang FPI, baik yg PRO maupun yg KONTRA.
3. Mencari latar belakang keluarga habib rizieq syihab.
4. Mendownload dan menonton video ceramah habib rizieq syihab untuk mengetahui apa sih sebenarnya pemikiran beliau yang disampaikan saat beliau berceramah. Ada puluhan video ceramah habib rizieq yang sudah saya saksikan, dan salah satu video favorit saya adalah ketika habib rizieq berdialog dengan ratusan pendeta dan misionaris kristen seluruh indonesia di suatu forum dialog umat beragama. Jawaban beliau terlihat sangat ilmiah sehingga membuat kagum para pendeta yang hadir.
5. Mencari berita dari MEDIA ISLAM, karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa media-media di indonesia itu sangat liberal dan sekuler sehingga sungguh tidak adil kalau kita mencari tahu sebuah ormas agama dari media sekuler.
6. Mencari pendapat beberapa tokoh islam terhadap FPI.
7. diskusi dg teman dll...

Setelah kurang lebih 1,5 tahun masa pencarian saya tentang FPI, akhirnya saya SADAR dan PAHAM, bahwa FPI ternyata tak seburuk yg saya kira. media begitu kejam, mereka hanya memberitakan yang buruk-buruk tentang FPI dan tak pernah sekalipun memberitakan kebaikan FPI. FPI mengadakan acara maulid, membuka majlis taklim, FPI yg membantu mengangkat ratusan ribu mayat di tsunami aceh, posko bantuan FPI di banjir jakarta, letusan merapi, gempa padang, gempa jogja, FPI membantu palestina dll. Habib Rizieq Syihab berkata, bukan bermaksud riya ingin diliput, tapi media hendaknya mengambil sisi proporsionalitas dlm memberitakan sebuah berita. Harus ada "keseimbangan", beritakan keburukan, beritakan juga keburukan.

Akhir-akhir ini, keburukan media semakin kelihatan saat pemilu lalu, TVOne vs Metro, berita2 mereka tak layak konsumsi, mereka hanya memberitakan kebaikan2 jagoan mereka, dan memberitakan keburukan-keburukan lawan mereka..

Nah, kalo selama ini media hanya memberitakan keburukan FPI, berarti media menganggap FPI sebagai musuh. So, siapakah musuh2 FPi itu ? Musuh FPI adalah Mafia Miras, Mafia prostitusi, pornografi, narkoba, oknum aparat dan pejabat beking tempat maksiat, aliran sesat, ahmadiyah, JIL, Syiah dll..

Jadi, tidak heran kalo FPI terlihat buruk, karena memang apa yg masyarakat lihat setiap hari ya hanya keburukan-keburukan FPI tanpa ada yang mau memberitakan kegiatan-kegiatan FPI yang lain yang positif. Namun, yang bisa dibodohi oleh media hanyalah masyarakat awam, bagi orang-orang kritis yang mau berpikir, bagi para ulama, bagi orang2 yg dekat dg ulama, bagi media islam dll...tak akan mudah terbodohi. Pasti mereka semua akan tabayyun dulu dengan pemberitaan media yang seperti itu, nggak asal denger berita langsung percaya.

Ya, tulisan ini saya buat dalam rangka untuk mengingatkan ke teman-teman semua agar tidak mudah percaya apa yang diberitakan oleh media, karena kebanyakan media hanyalah memikirkan keuntungan saja. Asal memberitakan berita yang heboh tanpa memikirkan keobjektifan dan keorisinalitas sebuah berita yang mungkin dapat merugikan pihak-pihak yang dirugikan dalam hal ini oleh FPI.


Masyarakat indonesia juga saat ini sudah meninggalkan tradisi "tabayyun" atau meminta klarifikasi pada pihak terkait tentang suatu berita. Kita lebih senang langsung menghakimi dan menjustifikasi seseorang/sekelompok orang tanpa mendengarkan klarifikasi dari pihak terkait..Sungguh ini harus menjadi perhatian kita bersama.

Akhirnya, yang terpenting adalah saya telah SADAR bahwa ternyata FPI tidak seburuk yang saya kira. dan kini saya akan berusaha mengajak temen2 yang lain untuk mencoba mengenal FPI agar setelah tahu fakta yang sebenarnya.

Saya berharap setelah teman-teman tahu fakta yang sebenarnya tentang FPI, minimal dari yang membenci dapat berubah menjadi netral, yang awalnya netral dapat berubah menjadi mendukung kegiatan2 FPI yang dianggap positif.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "FPI Ternyata Tak Seburuk yang Saya Kira "